7 Tahun Buron, Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap di Aceh

Dibuat pada Senin, 16 Maret 2015

IMG 20150313 1253011 1024x768

 

Pelarian DJUNAEDI M. SYAFE’I, terpidana korupsi lelang kendaraan bermotor Kanwil Departemen Koperasi Pengusaha Kecil dan Pengusaha Menengah DIY, selama 7 (tujuh) tujuh tahun akhirnya berakhir. Mantan Kepala Seksi Analisa Informasi, dan Potensi (Aipol) Kantor Lelang Negara (KLN) Yogyakarta itu ditangkap oleh tim intelijen Kejaksaan Negeri Simpang Tiga Radelong di lokasi persembunyiannya di Aceh, Kamis petang (12/3/2015).

 

Penangkapan buronan terpidana korupsi yang meruguikan keuangan negara kurang lebih senilai Rp743 juta itu bermula dari pemberitahuan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang disebar oleh Kejaksaan Negeri Yogyakarta melalui Kejaksaan Tinggi DIY. Setelah mengendus informasi keberadaan Djunaedi di Aceh, Kejaksaan Negeri Yogyakarta Langsung berkoordinasi dengan Kejati Aceh untuk menangkap Djunaedi, dan akhirnya Djunaedi berhasil ditangkap oleh Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Simpang Tiga Radelong di jalan raya simpang tiga no 19 Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Propinsi Nanggro Aceh Darusalam, Setelah didapatkan kepastian perihal penangkapan Djunaedi, Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta kemudian mengirimkan tim penjemput yang dipimpin Kasi Pidana Khusus Kejari Kota Yogyakarta, Aji Prasetya.

Kasus yang menjerat terpidana DJUNAEDI M. SYAFE’I ini bermula ketika Kanwil Departemen Koperasi Pengusaha Kecil dan Pengusaha Menengah DIY pada tahun 1999 melelang 40 unit kendaraan bermotor yaitu 11 unit kendaraan roda empat dan 29 unit kendaraan roda dua. Selanjutnya, Kepala Kanwil Departemen Koperasi Pengusaha Kecil dan Pengusaha Menengah DIY Syahbenol Hasibuan mengeluarkan surat perintah tentang pembentukan tim penjualan barang inventariasi yang akan diusulkan untuk dihapuskan. Syahbenol memerintahkan anak buahnya bernama Suyanto sebagai ketua panitia untuk berkonsultasi ke Kantor Lelang Negara Yogyakarta. Dalam lelang itu, para pejabat struktural Kanwil Departemen Koperasi Pengusaha Kecil dan Pengusaha Menengah DIY yang sudah menguasai kendaraan menjadi pemenang lelang. Jadi, sebelum ada lelang sudah ada daftar pemenang lelang.

 

Sebagaimana diketahui, dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Yogyakarta tahun 2004 silam, Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Yogyakarta telah menuntut Terdakwa I. DJUNAEDI M. SYAFE’I dan Terdakwa II. EDY BUWONO dengan pidana penjara masing-masing selama 4 Tahun dan denda masing-masing sebesar Rp. 200.000.000,- subsider 2 (dua) bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp. 613. 593.060,- subsider 3 (tiga) bulan kurungan. Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut kemudian menjatuhkan pidana terhadap masing-masing Terdakwa I dan Terdakwa II dengan Pidana Pokok berupa Pidana Penjara masing-masing selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan Pidana Denda masing-masing sebesar Rp 200.000.000,- subsidair 1 (satu) bulan kurungan, serta Pidana Tambahan berupa membayar uang pengganti atas kerugian negara sebesar Rp 61.193.360,- secara bersama-sama dan apabila para terdakwa tidak membayar maka dipidana penjara masing-masing selama 1 (satu) bulan sebagaimana tertuang dalam Putusan No.76/Pid.B/2003/PN.Yk tanggal 19 Mei 2014.

 

Atas putusan tersebut, selanjutnya Tim JPU maupun para terdakwa menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara di tingkat banding tersebut melalui Putusan Nomor : 03/Pid/2005/PTY akhirnya menjatuhkan pidana kepada Terdakwa I. DJUNAEDI M. SYAFE’I dan Terdakwa II. EDY BUWONO masing-masing dengan Pidana Penjara selama 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000,- dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan selama 2 (dua) bulan. Selain itu, Majelis Hakim juga menghukum kepada para terdakwa secara bersama-sama untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 61.193.360,-.

 

Karena merasa tidak puas atas Putusan Banding tersebut, Tim Jaksa Penuntut Umum dan para terdakwa masing-masing melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung R.I. Namun permohonan dari masing-masing pemohon tersebut ditolak.

 

Selama menjalani proses hukum, masing-masing terdakwa tidak dilakukan penahanan karena mereka bersikap kooperatif. Namun setelah ada putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, Kejaksaan Negeri Yogyakarta baru dapat melakukan eksekusi terhadap Terpidana EDY BUWONO (saat ini sudah selesai menjalani pidana penjara di LP Yogyakarta yang kemudian dipindah ke LP Sukamiskin Bandung), sedangkan untuk Terpidana DJUNAEDI M. SYAFE’I ternyata sudah melarikan diri. Selanjutnya sejak tahun 2008, Kejaksaan Negeri Yogyakarya kemudian menetapkan terpidana DJUNAEDI M. SYAFE’I sebagai DPO dan akhirnya dapat ditangkap pada 12 Maret 2015.

 

Sumber Berita : Seksi Pidsus Kejaksaan Negeri Yogyakarta

Copyright 2014. Powered by etoro review. | KEJAKSAAN NEGERI YOGYAKARTA | Jl. Sukonandi No. 6 Yogyakarta | Telfon (0274) 512521 | Fax.(0274) 587517 |